Postingan

Ikatan Itu Bernama Mitsaqan-Ghalizan

Gambar
http://www.desainkawanimut.com MuslimahZone.com  – Nabi berdiri di Mina, di Masjid Kheif. Dia memandang ribuan jama’ah yang hadir untuk berhaji di sekitarnya. Kemudian bibirnya yang tak pernah berdusta menyebutkan pujian kepada Allah. Lalu memulai khutbahnya. “Wahai manusia,” kata Rasulullah berseru, “Dengarkan penjelasanku baik-baik, karena aku tidak tahu apakah aku masih berjumpa lagi dengan kalian di tempat ini pada tahun yang akan datang.” Suara Rasulullah bergetar. Para sahabat merasa ada yang akan hilang. Ada tangis yang terasa tapi menahannya di tenggorokan. Ada kesedihan. Ucapan Rasulullah kali ini mengisyaratkan perpisahan. Tahun depan mungkin Rasulullah tidak bersama mereka lagi. Betapa besar kehilangan kalau benar-benar Rasulullah dipanggill oleh Yang Mengutusnya, Allah subhanahu wata’ala. Betapa besar kehilangan kalau kali ini adalah haji perpisahan, haji wada’, sedang wajah suci itu telah bertahun-tahun membimbing mereka sekaligus menanggung luka-luka da...

Kecemburuan Istri Rasulullah

Muslimahzone.com  – Cemburu merupakan tanda adanya cinta, mustahil orang yang mengakui mencintai kekasihnya (suaminya/istrinya) tidak memiliki rasa cemburu. Cemburu merupakan tanda kesempurnaan cinta, akan tetapi cemburu bisa tercela apabila terlalu berlebihan dan melampui batas. Aisyah radhiyallahu anha adalah seorang wanita pencemburu hal ini terjadi karena begitu besar rasa cintanya kepada kekasihnya yaitu Rasulullah shalallahu alaihi wassalam.Nah, marilah kita simak kisah beliau. Dari Aisyah, bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wassalam keluar dari rumahnya pada suatu malam.Aisyah menuturkan, “Maka akupun menjadi cemburu kepada beliau sekiranya beliau mendatangi istri yang lain. Kemudian beliau kembali lagi dan melihat apa yang terjadi pada diriku.”apakah engkau sedang cemburu?” tanya beliau.”Apakah orang semacam aku ini tidak layak cemburu terhadap orang seperti engkau ?” “Rupanya syetan telah datang kepadamu”, sabda beliau”Apakah ada syetan besertaku?’ tanyaku “Tak seo...

Meski Aku Tak Suka

Alloh....aku sangat yakiin bahwa Kau sangat sayang padaku, Aku juga menyadari jika aku salah, Kau selalu mengingatkanku.. Walau kadang dengan cara yang tak aku sukai, Yang aku pegang hanya, bahwa sesuatu yang tak aku sukai belum tentu Engkau murkai.. Mungkin bisa sebaliknya, Karna Kau lah yang Maha Mengetahui.. Mungkin mereka tak salah, Namun Kau hanya mengujiku agar terus bersabar, Kau ingin aku terus merajuk, Mendengarkan segala permohonan dosa dan harapanku.. Alloh, ampuni dosa hamba di waktu lampau... Aku hanya manusia biasa yang berpeluh dosa, Tapi semua ini menjadikanku lebih mengenalMu, insyaAlloh... Dan semoga menambah derajatku di hadapanMu... Karna Engkau Yang Maha segalanYa amin...

Mengajarkan Simple Past Tense Dengan Game

Mengajar bukan hanya mentransfer ilmu namun juga membuat efek psikologi yang nyata terhadap peserta didik kita, tak bisa dipungkiri bahwa ketika siswa belajar, mereka membawa keadaan psikologi yang tentunya berbeda-beda. Bahkan, siswa yang sebelumnya bersemangat pun bisa menjadi bosan ketika menghadapi pendidik yang kurang memberikan kesan pada dirinya. Oleh karena itu, pendidik harus memberikan treatment-treatment yang berbeda atau lebih menarik di setiap pertemuan. Sehingga mereka selalu penasaran terhadap penampilan yang akan kita berikan pada siswa. Mengajarkan grammar ke siswa bukan hal yang sulit, namun membuat mereka lebih paham akan menjadi PR yang besar buat pendidik. Dan tentunya mereka harus nyaman dalam proses penerimaan tersebut. Berikut adalah game yang bisa digunakan untuk mengajarkan grammar, salah satunya Simple Past Tense. Semakin banyak siswa yang ada di kelas, maka jalannya game ini akan semakin seru. Langkah-Langkah: 1. Kondisikan siswa 2. Buat tabel ...

Jalan Hidayah (Part !)

"Kalau dulu aku memilih pilihan hidup yang salah, kali ini aku tak mau salah lagi untuk berbahagia dengan anak dan suamiku." "Allah, aku tau dosaku amatlah besar padaMu, pada kedua orang tua ku, namun kini aku hanya memohon kebahagiaanku, orang tuaku dan keluargaku seutuhnya. Kumpulkanlah kami lagi di surgaMu ya Rabb..." Doaku di penghujung malam Idul Fitri, aku benar-benar ingin bersih seperti bayi yang baru lahir yang terus menabur kebaikan di bumi ini. Empat tahun silam, bagaikan mimpi buruk buatku. Saat kudapati diriku sakit tak berdaya di salah satu sel rumah sakit. Aku terdiagnosis demam berdarah dan juga typus. Kabar yang sampai membuat Ibuku datang dari tempat rantaunya. Dan yang paling membuatnya pilu adalah ketika beliau sendiri mendapati diriku yang tak suci lagi. Bagai makan buah simalakama, dan tersambar petir disiang bolong. Ibuku pingsan tak berdaya, air matanya tumbah tak terbendung lagi di depan dokter dan keluarga kami.  Aku yang...

Kala Proposalku Harus Aku Rapikan Lagi (End)

Gambar
"Belum, memang Faqih kenapa Ran, sudah lama kami lost contact? ", sambungan percakapanku dengan Rani waktu itu. Disela-sela pekerjaanku, sms kembali masuk ke inboxku, "Faqih masuk rumah sakit Za, dia sakit hati. Aku dapat info dari teman sekantornya. Kalau kamu punya waktu, tolong jenguk Za dia uda di kota asal. Kasihan..". pinta Rani dalam smsnya. Aku pun hanya menjawab, "InsyaAllah Ran..terimakasih infonya ;)". Secara tidak langsung memang aku kaget, setahuku dia tak pernah sakit separah ini. Sudah lama sekali aku tidak terhubung dengan Faqih, seseorang yang dahulu pernah mengisi hidupku. Sejak kami mengakhiri ikatan tak resmi itu kami sudah sudah tak terhubung, mungkin juga karena kesibukan kami masing-masing. Aku juga sudah fokus dengan pekerjaanku dan belajar menata hidupku agar lebih baik. Setelah pulang, aku beranikan diri untuk menghubunginya, dan menanyakan kebenaran informasi ini, dan ternyata benar. Mungkin Tuhan sudah mengatur ini semua, ...

Kala Proposalku Harus Aku Rapikan Lagi (Part 2)

Hari itu tepat hari jum’at, kami dipertemukan bersama di suatu tempat wisata yang belum pernah aku singgahi sebelumnya. Sebelumnya kami berempat sudah sepakat untuk menunggu di pintu masuk. Dan kebetulan, aku yang datang paling akhir. Setelah aku datang, kami semua masuk, aku sentak saja memasuki tempat yang masih asing bagiku. Ku jabat tangan temanku dan kami berjalan bersama dibelakang dua orang laki-laki,  yaitu mas Ali dan Yusuf, orang yang akan diperkenalkan padaku. Setelah mas Ali menentukan dimana tempat yang akan kami tempati, kami pun menuju kesana. Sebelumnya kami memesan makan dan minum sebagai pelengkap jamuan waktu itu. Mas Ali sebagai fasilitator akhirnya membuka pembicaraan, dan kami masing-masing memperkenalkan diri. Perkenalan dimulai dari biodata pribadi, dan selebihnya kami berempat saling berbincang tanpa scenario, mengalir dengan lancar. Di akhir pertemua itu kami bertukar nomor ponsel masing-masing. Untuk perkenalan lebih lanjut kami diperbolehkan untuk...